Hate My Self

Pernahkah kamu menjadi orang yang kamu benci? Saat ini saya sedang mengalaminya. Sialan.

Untuk pertama kalinya dalam hidup ini, dalam satu bulan terakhir, mulut saya selalu menempel di mikoropon ponsel selama enam jam per hari. Tiga ratus ribu rupiah saya belanjakan hanya untuk pulsa simpati. Pikiran saya seperti dihantui. Jam tidur saya semakin menuju ke arah dini hari. Dan tentunya, semua pekerjaan saya jadi teraba-i. Dan celakanya, saya jatuh hati pada seseorang yang belum pernah saya temui. Tapi masalah tidak selesai sampai di sini. Saya tidak tahu apakah si seseorang tersebut adalah perempuan atau … banci.

Rasa curiga tersebut muncul bukan dengan tanpa alasan. Seperti yang telah banyak diketahui banyak orang, saya adalah seorang lelaki pengagum kecantikan. Karena itu, ketika si seseorang tersebut menunjukkan gambar wajahnya, segera saya simpulkan bahwa titel cantik layak disandanginya. Penilaian saya tidak akan salah. Sekali-kali, tidak.