Hadir...

Mencoba mengusir malaikat yang sedang menyulam jaring laba-laba di blog ini...

Selamat berlebaran.

4 comments:

Zahra Rabbiradlia said...

Pak Andi, saya benar-benar rindu karya Anda. Always Lalila saya baca pada saat saya SMP. Saya meminjamnya dari Taman Baca dekat sekolah. Always Laila telah menumbuhkan kecintaan saya pada buku dan menulis. Hingga kini saya masih ingat jalan ceritanya.

Saya dan penggemar Anda yang lain menantikan karya Anda selanjutnya. Kami tunggu, Pak. :)

nafies mara adintha said...

Idem sama komen diatas, tinta kering bisa diganti sama tinta laura

nafies mara adintha said...

Idem sama komen diatas, tinta kering bisa diganti sama tinta laura

dian amira said...

Kak, aku mengidolakanmu sejak 2005, saat itu aku masih smp dan membaca always laila,
Aku masih ingat puisi supardi djoko damono "aku ingin mencintaimu dengan sederhana ada di sana"
Aku masih ingat dengan jelas indah ya kota bandung yang kau gambar di sana, tak sulit untuk jatuh cinta pada novelmu yang apa ada nya. Keunikan bahasamu dan pola ceritamu yang tak kutemukan pada diri orang lain, sayangnya ketika itu alway laila masih satu2 nya, smpai SMA aku mencari2 tp masih tetap hanya ada laila, akhirnya aku sibuk dengan hidupku, smoai beberapa hari ini terdampar di sebuah platform bernama plukme, dan itu mengingatkanku kembali pada kakak. Terima kasih, kesan alway laila masih dalam terpantik hingga hari ini,,